
Peristiwa seperti ini, juga pernah terjadi pada masa Khalifah Utsman Ra. Seorang Anshar sedang melaksanakan shalat di kebunnya. Ketika itu buah kurma sedang masak. Oleh karena berat dan lebatnya buah kurma, membuat tangkainya merunduk. Merunduknya tangkai-tangkai kurma tersebut menunjukkan hasilnya sangat bagus. Pandangan sahabat Anshar tertuju kepada tangkai kurma tersebut. Perhatiannya terhadap kurma itu menyebabkan ia lupa jumlah rakaat yang telah di kerjakannya. Menyadari hal itu, hatinya merasa sangat sedih dan kecewa sehingga ia memutuskan untuk menemui Khalifah Utsman Ra. dan berkata, "Ya Amirul Mukminin, aku infakkan kebun ini fi sabilillah. Gunakanlah yang terbaik menurut engkau." Kebun itu akhirnya dijual seharga 50.000 dirham, dan hasilnya digunakan untuk kepentingan agama. (dari Kitab Muwaththa', Imam Malik)
0Komentar